Top Skor Liga Indonesia musim 2018

Sikulitbundar – Liga Indonesia musim 2018 resmi telah berakhir, akan tetapi berakhirnya liga Indonesia musim lalu menyimpan beberapa pemain yang membuat prestasi, diantaranya gelaran Top Skor. Gelaran yang memang pasti selalu ada di dalam sebuah kompetisi sepakbola, baik kompetisi besar maupun kompetisi yang masih di bilang kompetisi kecil.

Gelaran Top Skor biasanya akan di berikan kepada pemain yang telah menorehkan gol paling banyak diantara gol yang lain. Gol yang berasal dari satu orang saja yang berhasil membuat banyak gol di seluruh pertandingan kompetisi ini. Begitupun dengan gelar Top Skor liga Indonesia musim 2018 yang di pegang oleh pemain asal klub PS Tira yaitu Alexander Rakic.

Alexander Rakic menorehkan 21 gol di dalam satu musim liga Indonesia yang membuatnya menjadikan Top Skor di musim lalu. Permainan apiknya bersama PS Tira membuat ia mampu menjadikannya sebagai Top Skor musim lalu. Disusul dengan pemain Persebaya yang mengemas 20 gol, yaitu David da Silva. Alexander Rakic dan David da Silva hanya berselisih satu gol saja dari gelaran Top Skor liga Indonesia.

Alexander Rakic adalah pemain PS Tira yang berasal dari negara Serbia yang berposisi sebagai penyerang. Pemain yang mempunyai tinggi 182 cm ini mampu penyandang gelar Top Skor mengalahkan pesaing lainnya. Dengan umur yang tidak lagi muda, yaitu 32 tahun Alexander Rakic masih mampu menjadi mesin gol bagi klub PS Tira, meskipun Alexander Rakic tidak mampu memberikan gelar juara bagi PS Tira.

Baca Juga :

Untuk pemain Liga Indonesia juga yang bersaing untuk mendapatkan gelar Top Skor hanya ada satu, yaitu Samsul Arif yang berasal dari klub Barito Putra dengan 14 gol, berada di posisi ke posisi 7 di dalam urusan mencetak gol. Samsul Arif adalah pemain yang pernah di panggil Timnas Indonesia ini satu satunya pemain lokal yang menorehkan banyak gol diantara pemain asing lainnya.

Liga Indonesia musim lalu memang masih banyak pemain asing yang berposisi paling vital, di antaranya pemain yang berposisi sebagai penyerang dan bek, dan posisi itu boleh di bilang adalah posisi yang kebanyakan di isi oleh pemain-pemain asing. Alasan-alasan banyaknya pemain asing yang berposisi sebagai penyerang dan bek adalah karena memang masih kurangnya pemain lokal yang mampu bersaing diantara pemain asing lainnya, serta nilai kepercayaan yang kecil dari para pelatih yang ada di liga Indonesia.

Bebeda dengan tahun-tahun yang lalu, dimana banyak sekali pemain lokal yang mampu bersaing secara baik dengan pemain asing, sebut saja pada zamannya Budi Sudarsono, Zaenal Arif, Boaz Salosa. Tapi memang seiringnya pergantian musim liga Indonesia dan juga persaingan klub untuk mendapatkan gelar liga Indonesia memanglah sangat ketat, terlebih lagi banyaknya klub yang berani membayar pemain asing dengan nilai yang boleh di bilang fantastis untuk sepak bola Indonesia.

Boaz Salosa mungkin satu-satunya pemain yang sampai saat ini mampu bersaing dengan para pemain asing yang berkiprah di liga Indonesia. Pemain yang mampu membuat 25 gol di dalam satu musim, yaitu ketika musim liga Indonesia pda tahun 2013, Emanuel Kemogne di musim ke 2014, dan Sylvano Comvalius yang menorehkan 37 gol di dalam satu musim, pada tahun 2017. Gelar yang sepertinya sangat istimewa bagi siapa saja yang bisa mendapatkannya. Terlebih gol-gol yang di buat mampu juga memberikan peranan untuk membantu klub tersebut menjadi kampiun di liga Indonesia saat itu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*